12 Maret 2012

MINUM OBAT CACING, WHY NOT?

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya yang berjudul KURUS PADAHAL RAKUS, CACINGAN KAH? , sebelum minum obat cacing disarankan untuk melakukan pemeriksaan tinja terlebih dahulu. Akan tetapi, faktanya hampir sebagian besar masyarakat tidak terlalu peduli untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, mereka cenderung untuk langsung mengkonsumsi obat cacing. Beberapa orang yang saya tanyakan beralasan bahwa pemeriksaan itu repot musti diperiksa di lab, memakan biaya yang cukup besar, terus ada yang jijik ama tinja (kasian ya itu tinja dosa apa dia T.T ). Jadi saya akan menginformasikan mengenai ciri-ciri orang yang terinfeksi cacing.

CIRI-CIRI CACINGAN PADA DEWASA DAN ANAK

Penyakit cacingan sering kali terjadi pada anak, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan manfaat keberhasihan yang menjadi salah satu penyebab timbulnya cacingan pada anak atau bayi. Cacingan juga tidak hanya terjadi pada anak orang dewasa pun bisa cacingan, hanya saja bagi orang dewasa akan lebih mudah mengetahui dan cara mengatasi saat menderita cacingan. Berikut adalah ciri-ciri cacingan pada dewasa dan anak.
  • Wajah agak pucat, lesu dan kurang bergairah  
  • Berat badan tidak naik-naik meski nafsu makan tidak berkurang 
  • Pada anak(bayi) tampak gelisah dimalam hari dan sering-garuk pantat (bagian anus) 
  • Sering mengalami gangguan lambung, mulas, diare atau sulit buang air besar (seperti gejala penyakit maag) 
  • Suka batuk

OBAT CACING
Antelmintik atau obat cacing adalah obat yang digunakan untuk memberantas atau mengurangi cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh.

Sebagian besar obat cacing efektif terhadap satu macam kelompok cacing, sehingga diperlukan diagnosis yang tepat sebelum menggunakan obat tertentu.

Diagnosis dilakukan dengan menemukan cacing, telur cacing dan larva dalam tinja, urin, sputum, darah atau jaringan lain penderita.

Sebagian besar obat cacing diberikan secara oral yaitu pada saat makan atau sesudah makan dan beberapa obat cacing perlu diberikan bersama pencahar.

Obat-obat penyakit cacing:
  1. Mebendazol, Tiabendazol, Albendazol
  2. Piperazin, Dietilkarbamazin
  3. Pirantel, Oksantel
  4. Levamisol
  5. Praziquantel
  6. Niklosamida
  7. Ivermectin
Banyak obat cacing memiliki khasiat yang efektif terhadap satu atau dua jenis cacing saja. Hanya beberapa obat saja yang memiliki khasiat terhadap lebih banyak jenis cacing (broad spectrum) seperti mebendazol (merk dagang : Vermox)

Mekanisme kerja obat cacing yaitu dengan menghambat proses penerusan impuls neuromuskuler sehingga cacing dilumpuhkan. Mekanisme lainnya dengan menghambat masuknya glukosa dan mempercepat penggunaan (glikogen) pada cacing.
Nah, yang paling trend ditelinga masyarakat mengenai obat cacing pasti Combantrin yang mengandung pirantel pamoat. Pirantel Pamoat melumpuhkan cacing dengan cara mendepolarisasi senyawa penghambat neuromuskuler dan mengeluarkannya dari dalam tubuh biasanya tanpa memerlukan pencahar.
Combantrin menyediakan 2 bentuk sediaan yaitu combantrin sirup (pirantel pamoat dosis 125 mg) dan combantrin tablet. Dosis untuk dewasa adalah 500 mg.

Sekian informasi mengenai penyakit cacing dan obat cacing yang dapat dikonsumsi. Jadi, jangan takut minum obat cacing, jika memang cacingan minumlah obat cacing sesuai dengan aturan dosisnya.

Tidak ada komentar: